Mdi.News JAKARTA Bentala Indra Nusantara ( BINA )倡导组织与DKI雅加达区域讲师交流论坛( FKD )合作,加强法律教育和培养年轻的倡导干部。该协议的特点是于2026年1月中旬在雅加达南部DKI雅加达法律和人权部区域办事处签署了一份谅解备忘录( MoU )。 合作文件由BINA主席Ihsan Firmansyah, SH和FKD DKI Jakarta主席Dr. Andi Fitri Rahmadany, S.IP., M.r.IP.两个组织的管理层也见证了这项活动,包括BINA Chetta Shatia Dwitama, SH, M.H.的秘书长和FKD DKI Jakarta Dr.的秘书。Ir. Rozikin, I.P.U. 这种合作的重点是学术界和法律从业人员之间的协同作用,特别是在支持实施包括教育、研究和社区服务在内的高等教育三法方面。此外,双方同意通过理论和实践相结合的方法,鼓励潜在倡导者的再生计划。 BINA主席Ihsan Firmansyah表示,此次合作有望加强讲座材料与该领域法律实践动态之间的联系。“通过此次合作,我们希望在讲师和倡导者之间开辟更广泛的合作空间。 希望法律专业的学生能更全面地了解法律实践,而学术界也能从最新的法律实践中获得有见地的更新, ”Ihsan在他的官方声明中说。

根据Ihsan的说法, BINA将与FKD DKI Jakarta一起准备一系列课程,包括倡导者的客座讲座,为学生提供实习机会以及开展法律诊所活动。 该计划旨在指导潜在的年轻倡导者具备专业能力和诚信。

如需了解更多信息,请访问: https://www.mdi.news/bina-dan-fkd-dki-jakarta-teken-mou-perkuat-sinergi-pendidikan-dan-profesi-advokat/


Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

1000 Karakter tersisa

Related Articles

Related

Mengenal Nyadran dan Hubungannya dengan Kesadaran Kolektif

Nyadran, sebuah tradisi yang selama ini kita pahami sebagai warisan budaya, mungkin juga dapat menawarkan titik acuan bagi kita untuk membayangkan bagaimana respons kolektif terhadap perubahan iklim dapat dibangun.

Read More

Related

Beyond Self-Interest: Gandeng-Gendong and the Social Logic of Reciprocity

Pesanan makanan dalam jumlah besar biasanya menjadi kabar baik bagi produsen skala kecil. Itu berarti tambahan penghasilan, peningkatan pekerjaan, pelanggan baru, dan—jika berjalan lancar—peluang untuk mengembangkan usaha yang umumnya hanya beroperasi di pasar sekitar lingkungan rumah. Respons intuitifnya tampak sederhana: ambil peluang tersebut, penuhi pesanan sebanyak mungkin, dan dapatkan keuntungan ekonominya. Bahkan ketika kapasitas produksi tidak mencukupi, solusi bisnis konvensional adalah menambah tenaga kerja, mengoper sebagian pekerjaan (subcontract), atau mencari pengaturan lain yang tetap memungkinkan produsen awal mengantongi sebagian nilai tambah dari pesanan tersebut.

Read More

Related

Gufron Rum : PBNU Perlu Memperkuat Tata Kelola Sosial dari Tingkat Mikro di Era Multiketidakpastian

Menghangatnya kontestasi kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar tidak hanya perlu dipandang sebagai pergantian figur Ketua Umum. Momentum tersebut menjadi ruang penting untuk membicarakan kembali tantangan organisasi NU dalam merespons perubahan sosial yang makin kompleks—mulai dari fragmentasi masyarakat, tekanan ekonomi, perkembangan teknologi, krisis lingkungan, hingga meningkatnya ketidakpastian global.

Read More